Hati-hati! Salah Asuh Orangtua Bisa Jadi Masalah Anak di Kemudian Hari

cara memperbaiki pola asuh yang salahOrangtua jaman sekarang kayaknya lebih sibuk mengurus pekerjaannya di banding membesarkan anak. Mungkin alasan ini yang menyebabkan anak jadi kurang bimbingan yang tepat dari orangtua karena perhatian orangtua teralihkan pada pekerjaan. Sayangnya, ada banyak efek tidak menyenangkan yang bisa disebabkan salah asuh orangtua ini. Berikut Indonesian Free ulasĀ cara memperbaiki pola asuh yang salah.

1. Tidak Tahu Cara Mengeluarkan Amarah

Karena minimnya perhatian dari orangtua, anak jadi tidak bisa mengekspresikan diri dengan baik, apalagi tentang amarah. Anak tidak tahu bagaimana mengeluarkan dan mengendalikan emosinya dengan cara yang benar. Pada akhirnya, anak sering tantrum didepan umum atau mencari masalah.

2. Tidak Mempunyai Skill Mengatur Uang

Tidak di ajarkan menabung, mengenal uang dan mengatur keuangan dari kecil juga berpengaruh besar pada cara pandang anak pada uang. Kalau sejak kecil anak tidak dibiasakan bagaimana caranya mengatur uang, anak bisa jadi individu yang boros dan bahkan terlilit hutang kelak.

3. Tidak Punya Sopan Santun

Sayangnya, orangtua jaman sekarang lebih individual secara personal. Dan ini mempengaruhi sikap anak pada orang lain. Sikap anak sering dibiarkan orangtua, minimnya didikan dasar moral, toleransi dan hidup bersama pada orang lain membuat anak tumbuh jadi pribadi yang tidak mempunyai sopan santun.

4. Tidak Punya Kemandirian

Ada kasus guru memukul muridnya, orangtua bukan memarahi anaknya tapi malah gurunya. Itu contoh pola asuh yang salah karena seringnya ikut campur orangtua dalam kehidupan anak, anak jadi tumbuh tidak mandiri dan percaya diri. Ia jadi merasa tergantung, karena merasa mempunyai back up orangtua, mereka jadi bersikap seenaknya sendiri, bahkan berlaku kurang peduli dan ingin menang sendiri.

Itulah beberapa pola asuh yang salah dari orangtua. Banyak orangtua mungkin tidak menyadari pola asuh orang tua yang salah, tapi hal tersebut makin sering terjadi pada anak jaman sekarang.


BERIKAN KOMENTAR