4 Lokasi Desa yang Paling Ekstrim Di Dunia

Desa adalah suatu wilayah yang ada di bagian dalam kota yang menjadi pemukiman penduduk dan mempunyai kekuasaan untuk mengatur dari segala bentuk tata hukum yang berlaku di seluruh wilayahnya. Lokasi desa atau yang biasa di sebut dengan pedesaan mempunyai wilayah yang ada di pinggir-pinggir kota dengan skala yang tidak terlalu luas.
Beberapa wilayah desa biasanya terletak di kawasan pantai, gunung dan lain-lain. Tapi nyatanya tidak semua desa yang ada di dunia memiliki kreteria tersebut.

Beberapa desa memiliki lokasi yang cukup unik atau bisa di bilang lebih ekstrim yang ada di dunia. Indonesian free akan mengulas tentang lokasi desa yang paling unik dan ekstream di dunia. Penasaran? Check this out guys!

1. Desa Monemvasia – Yunani

Desa Monemvasia – YunaniDesa monemvasia yang terletak di Negara Yunani atau lebih tepatnya berada di kota Laconia ini adalah salah satu desa yang memiliki citra yang unik dan cukup ekstrim di dunia. Yang membuat desa ini menjadi ekstrim adalah lokasinya yang ada di pulau terpencil dan ada di balik dinding berbatuan yang memiliki tinggi sekitar 300 meter. Hal itu membuat desa ini seolah desa gua yang memiliki akses masuk yang cukup sulit. Desa yang memiliki luas 1 km ini hany bisa di lewati dengan cara berjalan kaki sekitar 200 meter. Jangan harap ada sarana transportasi di sana ya guys!

Tapi karena tidak ada sarana transportasi, dari sinilah yang membuat desa tersebut menjadi wilayah yang terbebas dari polusi. Walaupun lokasinya cukup jauh bukan berarti tidak ada turis yang singgah ke desa ini loh. Karena tatanan desa yang baik, desa ini mampu menjelma menjadi tempat wisata dengan bangunan bersejarah yang menarik. Salah satunya tentang batu-batu besar yang aa di desa ini yang ternyata di sebabkan oleh gempa bumi sehingga menyebabkan pulau kecil ini terpisah dari daratan.

2. Desa Isortoq – Greenland

Greenland adalah salah satu nama pulau yang cukup besar yang ada di dunia. Secara geografis Greenland adalah wilayah yang di selimuti es sampai 80% dan membuat sebagian besar wilayahnya tidak dapat di huni karena suhu cuaca yang sangat ekstrim. Tapi ada sebagian wilayah yang masih bisa dihuni tepatnya ada di wilayah pesisir barat dan selatan. Dan desa yang paling terkenal di Greenland adalah salah satunya desa Isortoq. Iklim yang dimiliki desa ini masuk pada kategori tundra, meskipun dalam kondisi hangat sekalipun suhu cuaca di desa ini masih terhitung sangat rendah atau minus.

Rata-rata suhu didesa ini mencapai -1,3 derajat celcius yang mengharuskan penduduknya selalu menggunakan jaket tebal setiap hari. Meskipun memiliki cuaca yang sangat ekstrim, ini tak membiat para penduduknya merasa tak nyaman atau kehilangan mata para pencarian. Kebanyakan dari mereka memiliki mata pencaharian sebagai pemburu. Karena salah satu yang paling utama adalah banyaknya anjing laut.

3. Desa Aogashima – Jepang

Kalau di Indonesia kamu mengenal desa merapi yang letak desanya di apit oleh gunung merapi dan gunung merbabu? Nah di Jepang juga ada nih, desa yang berada di satu pulau terpecil dengan gunung merapi di dalamnya. Desa ini cukup beresiko untuk di tinggali karena letaknya yang berdekatan dengan gunung berapi. Desa tersebut bernama Aogashima yang memiliki jarak kurang lebih 358 km dari pusat kota Tokyo.

Sebenarnya pada tahun 1780, gunung ini pernah meletus dan menewaskan ratusan penduduknya dan yang selamat harus keluar mengungsi dari Aogashima. Selang 50 tahun berlalu, para generasi yang Aogashima yang selamat justru kembali lagi ke tanah kelahirannya dan menetap hingga sampai saat ini. Seolah mereka tidak takut akan bahaya yang besar yang mengintai mereka. Mungkin yang membuat penduduk desa Aogashima bertahan adalah kenyataannya tanah bekas letusan gunung merapi itu subur dan cocok untuk bertani.

4. Desa Pitigliano – Italia

Desa Pitigliano adalah desa yang berada pada Negara Italia. Desa yang termasuk pada wilayah Provinsi Grosseto ini bisa di bilang sangat unik dan ekstrim karena berada tepat di atas tebing gunung kapur yang sangat tinggi dan curam. Uniknya desa ini hanya di huni sekitar 3.971 penduduk dan di pimpin sendiri oleh penduduk sekitar secara bergantian.

Jika melihat desa ini akan menimbulkan kegaguman karena keindahannya walaupun di balik itu semua tersimpan ke ekstriman. Beruntungnya kota ini masih memiliki tumbuhan hijau sehingga tidak menambah kesan Gerang walaupun desa ini terletak di atas gunung kapur.

Copyright Policy


BERIKAN KOMENTAR