Lumrah Gak Sih Merekam Kesibukan di Atas Ranjang dengan Pasangan?

Dalam beberapa hari paling akhir, orang-orang Indonesia pernah digemparkan dengan video dewasa yang beredar di internet. Sesungguhnya ini bukanlah hal yang pertama kalinya terjadi di Tanah Air, mengingat orang dari beragam kalangan sempat juga alami masalah yang sama.

Saat bicara mengenai video dewasa yang amatir ini, sebagian besar orang fokus pada sosok yang berada di dalam video itu. Tapi freeners ingin lihat dari bagian lain, nih. Penasaran, sebenarnya wajar gak sih bila pasangan mendokumentasikan aktivitas intim mereka? Walau sebenarnya, hubungan seksual yaitu aktivitas yang memerlukan privasi di atas ranjang dan hanya jadi milik pasangan tersebut . Gimana ya penjelasannya?

1. Alasan Orang Merekam Video Seks Mereka

Merekam aktivitas seksual dalam video atau yang lebih di kenal dengan seks tape memanglah bukan hal baru. Menurut seseorang seks therapist asal New York, Carolanne Marcantonio, ada bermacam alasan kenapa pasangan merekam aktivitas intim mereka. Pasangan yang sedikit ‘nakal’ atau ‘liar’ pasti suka melihat tindakan mereka sendiri dalam video. Maksudnya juga beragam, ada yang merekam untuk disimpan dan dilihat dengan pasangannya, ada pula yang merekam untuk disebarkan. Itu semuanya kembali ke tujuan mereka masing-masing sebelum mengambil keputusan untuk menekan tombol rekam.

2. Kelainan dari Sudut Pandang Medis

Berdasar pada tulisan yang dimuat dalam website medis Med Page Today, Michele R. Berman MD menyampaikan pengetahuan yang ia dapatkan saat belajar sekolah kedokteran di Washington University dengan peneliti seks terkemuka, William H. Masters dan Virginia E. Johnson. Dalam kuliah itu diterangkan kalau orang yang mempunyai kelainan kejiwaan seperti eksibisionisme dan voyeurisme mempunyai kecenderungan untuk merekam aktivitas intim mereka.

3. Resiko yang Akan Dihadapi

Satu diantara resiko paling besar yang perlu dihadapi yaitu peluang tersebarnya video itu. Jika pasangan suami istri bertengkar, bercerai dengan tidak baik-baik atau problem yang lain, tidak tutup peluang satu diantara pihak akan menyebarkan video pribadi mereka dengan maksud membuat malu pasangan atau bahkan untuk ambil keuntungan dengan materi seperti jual atau mengunggah video ke website dewasa. Resiko akan jadi lebih buruk jika yang melakukannya yaitu pasangan diluar nikah, sebab ada peluang hubungan dapat putus tetapi mantan masih tetap menaruh video untuk tujuan jelek.

Dasarnya, merekam aktivitas seksual untuk pasangan yang telah menikah itu tidak apa-apa seandainya disimpan dengan baik dan cuma jadi mengkonsumsi berdua. Toh, beberapa orang yakini kalau melihat tindakan mereka dengan pasangan malah dapat tingkatkan kualitas dan kreatifitas seks mereka. Tapi yakinkan video itu tidak beralih tangan, ya.


BERIKAN KOMENTAR