Inilah Cara Menghindari Terobsesi Pada Sang Mantan Kekasih

Putus cinta serta patah hati merupakan hal umum dalam suatu hubungan, tapi tetap saja rasanya begitu sangat menyakitkan. Awalnya sih memang merasa tidak begitu menyedihkan, tapi lama-lama, patah hati serta putus cinta akan menimbulkan rasa sedih yang dalam.

Kehilangan bukan hal yang mudah untuk ditangani hingga tidak jarang beberapa korban patah hati jadi terobsesi dengan mantan pasangannya yang biasanya di sebut susah move on. Balikan dengan mantan kekasih mungkin saja hal yang lumrah, akan tetapi bagaimana bila sang mantan sudah move on serta melanjutkan kehidupannya?

Tidak semua orang ingin kembali dengan mantan pasangannya loh, ditambah lagi bila hubungan yang sebelumnya berakhir dengan menyakitkan. Nah, dari pada kamu mengusik, mempersulit serta memperumit kehidupanmu, Indonesian free memiliki beberapa tips menghindari obsesi pada mantan ini. Check this out!

1. Singkirkan Semua Barang yang Mengingatkan pada Sang Mantan

Hadiah, tiket bioskop, kartu, surat, baju couple, atau benda apa pun yang mengingatkanmu pada sang mantan, semestinya segera kamu keluarkan dari kamar atau rumahmu. Barang-barang penuh dengan kenangan masa lalu ini akan memicu emosi serta memori yang menimbulkan obsesi pada masa lalu. Jadi susah move on deh, keinget terus!

2. Jauhi Dahulu Sosial Media Selama Beberapa Saat

Sosial media merupakan jalan tol menuju obsesi pada mantan kekasih. Begitu mudah temukan dan mengakses jejak serta info paling baru dari sang mantan lewat sosial media.

Menurut Toni Coleman, psikoterapis serta relationship coach, jika ingin move on, semestinya kamu berhenti mem-follow atau bersahabat dengan sang mantan sampai kamu benar-benar move on. Atau setidaknya, kamu memiliki komitmen pada diri sendiri untuk tidak men-stalking-nya.

Sebagai tambahan, kamu juga sebaiknya waspada dengan account teman-temannya, yang mungkin saja adalah teman kamu, dan account lawan jenis yang mungkin saja didekatinya. Intinya, kamu puasa sosial media dulu saja deh sebelum benar-benar tenang serta berkepala dingin.

3. Hapus Semua Kontak

Mungkin saja hal seperti ini terdengar begitu mendasar, tapi sangat penting dilakukan. Menurut Dr. Gary Brown, seseorang pakar relationship, langkah terbaik untuk move on yaitu dengan menghapus semua akses untuk mengontaknya, termasuk juga nomer telepon, account messenger, sosial media, dan hindari untuk berjumpa secara langsung dengannya.

Berarti, jangan pernah kamu tergoda untuk menghubunginya atau berkunjung ke tempat tongkrongan sang mantan sambil berharap berjumpa dengannya. Untuk mewujudkan misi sulit ini, kamu mesti dapat merasionalisasi keputusan berpisah yang telah kamu buat, juga berhentilah menduga jika sang mantan masih memiliki perasaan kepadamu. Diluar itu, berhentilah mencemaskan dan pikirkan, atau mencari tahu info tentang kehidupannya.

4. Bayangkan Masa Depanmu Tanpa Dia

Bayangkan begitu indahnya hidup serta masa depanmu setelah selesai berduka kehilangan dirinya. Semakin detail bayangan kamu, makin semakin besar juga kemungkin kamu mampu membenahi serta merencanakan hidup baru tanpa bayang-bayang sang mantan.

5. Minta Bantuan dari Keluarga serta Teman

Keluarga serta teman merupakan dukungan sistem yang bisa membantumu kamu dalam melalui masa-masa sulit karena putus hubungan. Mintalah bantuan pada mereka untuk menguatkanmu saat proses move on. Siapa lagi yang bisa mengingatkanmu untuk tidak menghubungi mantan selain mereka?

6. Berlibur Yuk!

Saat kamu melewati putus cinta yang intens, bukan tidak mungkin kamu selalu mengingatnya. Untuk mengatasinya, kadang diperlukan perubahan yang dramatis. Tidak ada kelirunya loh kamu menghibur serta memanjakan diri sendiri dengan liburan ke tempat yang diimpikan.

Kamu dapat membawa keluarga serta teman dekat yang paling disayangi, atau lebih oke lagi, kamu berlibur sendiri saja. Dengan berlibur sendirian, kamu akan mengingat begitu menyenangkannya jadi single.

7. Mulailah Membuka Hati

Setelah lumayan lama menjalani masa move on, kamu bisa banget loh jika ingin mulai buka hati untuk orang baru. Awalnya memang terasa aneh serta tidak nyaman, bahkan mungkin kamu takut akan disakiti seperti halnya oleh mantan, atau malah tidak menemukan sisi baik dari sang mantan di calon pacar baru.

Tidak jadi masalah, semua perlu waktu kok. Bila memang kamu belum siap ya tidak apa-apa, tak perlu memaksakan diri. Ingat, mulailah hubungan dengan akal sehat, bukan karena kesepian. Bisa-bisa, kamu cuma menjadikan orang baru itu menjadi pelarian.

8. Mencari Bantuan Profesional

Bila kamu masih tetap terobsesi dengan sang mantan sampai menghadapi kesulitan untuk menjalani kehidupan sosial dengan normal, sebaiknya kamu segera minta bantuan pihak profesional, seperti terapis atau psikolog. Tak perlu malu, tidak ada kelirunya kok meminta bantuan profesional untuk menghadapi jaman sulit ini.

You can do it, Freeners!