Yuk Ketahui Jenis-jenis Stres Di Bawah Ini yang Ternyata Tidak Selalu Buruk Loh!

Subscribe Youtube Channel!

Setiap orang pasti pernah merasakan stres. Banyak orang berfikir jika stres itu buruk sebab stres bisa menyebabkan depresi, di mana sebenarnya depresi ini tidak berbahaya, akan tetapi seseorang yang depresi cenderung mengambil keputusan yang dapat membahayakan dirinya.

Stres sendiri adalah satu cara tubuh meresponi keadaan spesifik, baik dengan fisik ataupun psikologis seseorang. Jadi, stres sendiri belum dapat dikategorikan menjadi salah satu penyakit mental. Tetapi tahu tidak sih, nyatanya tidak semua stres itu buruk, lho.

Ada pula stres yang berfungsi membuat kita menjadi lebih awas serta kuat dalam melawan beberapa hal yang tidak terduga. Yuk kenali beberapa macam-macam stres berikut ini.

Distres dan Eustress

Supaya lebih mudah dalam memahaminya, ada sebuah contoh kasus tersebut. Dalam suatu perusahaan swasta, ada dua orang pegawai bernama Nina serta Lisa. Sehari, mereka berdua dipromosikan yang dengan otomatis akan menambah penghasilannya, tetapi sekaligus juga menambah beban pekerjaannya.

Pada minggu-minggu pertama, Nina belum terlatih akan tugasnya yang baru hingga ia kerepotan dan jatuh sakit. Di sisi lain, Lisa malah bekerja semakin giat dan menikmati pekerjaan serta tanggung jawabnya yang baru itu.

Dalam narasi diatas, baik Nina ataupun Lisa mengalami promosi dalam tugasnya. Promosi ini dikatakan sebagai stresor, yakni pemicu stres. Pada promosi ini, Nina serta Lisa mau tidak mau harus dapat mengondisikan dirinya dalam keadaan itu.

Akan tetapi, keduanya berbeda dalam menyikapi keadaan ini. Nina jatuh sakit sebab stresnya, sesaat Lisa malah menjadi semakin giat. Hal seperti ini berarti, Nina serta Lisa mengalami eustres serta distres yang merupakan dari hasil kondisi stres yang mereka alami. Eustres sendiri adalah kondisi yang dihadapi oleh Lisa yang sifatnya positif, sementara buat Nina, dirinya mengalami distres.

Eustres memberi dampak yang menyenangkan, seperti membuat kita menjadi semakin terpacu, menikmati rintangan yang ada. Sementara distres memberi dampak tekanan, hingga pribadi yang mengalaminya terasa terbebani, tidak nyaman dan sikap negatif yang lain.

Hyperstress Dan Hipostress

Hyperstress berlangsung saat kita tidak dapat mengatasi penyebab stres, baik itu kronis ataupun akut. Hyperstress sendiri adalah hasil umum dari pemicu stres jangka panjang. Beda hyperstress dengan distress ialah sikap yang kita ambil. Saat kita mengalami hyperstress, hal kecil sekalipun tidak akan bisa kita atasi.

Hipostres terjadi saat kita tidak punya sesuatu yang menantang dalam kehidupan kita. Jadi, hidup yang biasa-biasa atau datar saja juga dapat jadi pemicu stres. Jika kita alami kebosanan dalam periode waktu yang panjang, hipostres dapat menyebabkan hadirnya depresi. Biasanya, hipostres akan membuat seorang menjadi kurang percaya diri, tidak bermanfaat, atau kesepian.